Cowok PHPin Cewek Baper
Cinta ,,, apasih artinya cinta? banyak definisi dari cinta yang menurut mereka sih definisi itu benar, ya mungkin. Menurut gue cinta itu fake, kenapa? karena cinta itu hanya nafsu ingin memiliki, seiring berjalannya waktu juga akan hilang terkikis oleh kebosanan, makanya gue gak terlalu percaya dengan cinta.
Itu arti cinta menurut gue ya,,, jangan terlalu dianggap bener, kan tiap orang berbeda-beda pendapat, hehehe.
Nama gue Jin, yang dikenal nakal oleh guru-guru dan dikenal Playboy oleh cewek-cewek di salah satu sekolah yang berada di Kota Kerawang. Padahal aslinya baik, tidak sombong dan yang paling penting penampilan gue biasa aja.
Yah mungkin karena sering gangguin cewek-cewek baper kali ya,,, makanya gue dikenal Playboy. Lagian salah mereka dong, ngapain juga baper, kan gue cuma bercanda doang. Terus gue juga di katain sering PHP ( Pemberi Harapan Palsu ).
Pesan dari gue sih buat kalian para cewek-cewek nih, jangan berharap pada sesuatu yang belum jelas, karena menaruh harapan pada sesuatu yang belum jelas akan berakibat menyakitkan.
Alhasil kalian juga yang kecewa, malah nambah dosa nyumpahin orang yang kecewain kalian, padahal belum tentu maksudnya membuat kalian sakit hati.
Dah ah ngomongin cinta-cintanya, ntar pada bilang gue sok bijak lagi. Yuk lanjut cerita tentang gue.
Awal pemilihan jurusan kelas XI, gue milih jurusan IPA, tentunya gue lolos dong ke kelas IPA, kan gue lumayan pinter lah. Hari pertama masuk kelas gue udah dipertanyakan sama Bu Rosa, guru Biologi. "Jin, kamu yakin sanggup di kelas IPA?"
"Yakin dong Bu," jawab gue sambil celingak-celinguk seluruh kelas, karena mata mereka tertuju ke gue semua waktu itu, sampe-sampe yang duduk bagian depan membalikan badan cuma buat liat gue. "Besok kamu pindah ke IPS aja, karena nilai IPS kamu lebih tinggi dari nilai IPA kamu."
Buset dah ni guru, bisa aja buat gue malu
Hari pertama gue di kelas IPS, gue liat anak baru yang bisa buat gue betah berada di kelas, hmm mayan buat nambah-nambah target cewek di buku catatan gue yang udah gak berbentuk buku lagi.
Silvi, cewek berkacamata berwajah ayu dengan senyuman yang dihiasi behel, membuatnya makin manis. Sambil duduk di atas meja sebelahnya, gue ajak kenalan.
"Hai Silvi, pindahan dari mana kamu ?" sok akrab
Silvi hanya tersenyum heran melihat Jin. "Ii..iya, kamu siapa?," tanyanya ragu.
"Gue Jin, anak baru juga di kelas IPS," dengan pedenya gue "Udah pada kenal anak-anak belum?" tanya gue basa-basi.
"Baru beberapa, kan baru 2 hari, kamu kelas ini juga?, kok kemarin aku gak liat kamu?."
"Iya kemarin aku di kelas IPA, hari ini aku pindah ke IPS."
"Kok bisa?," tanyanya heran.
"Bisa dong, kan gue siswa terbaik di sekolah ini, hehehe."
Jangan mau, ntar di PHPin !!!
Teriakan nan jauh tapi jelas banget terdengar
"Jangan dengerin orang-orang sirik ya Sil."
"Jangan dengerin orang-orang sirik ya Sil."
"Ooohhh ternyata kamu sering PHPin orang ya," ujarnya sambil tersenyum karena melihat gue salting
Tidak lama Jin mau membela diri, sudah terdengar teriakan lagi, namun teriakan ini sangat amat Jin kenal suaranya.
"Jiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnn!"
Suara teriakan dari pintu kelas itu berasal dari wanita yang bertubuh montok, berwajah cantik nan polos bernama Cherry. Cherry adalah wanita yang selama setahun ini berharap ingin menjadi pacar Jin.
"Apaan sih Cher, teriak-teriak."
"Kamu ngapain disini, ayuk ke kelas bareng," sambil menunjuk kelas IPA yang berada di seberang kelas IPS.
"Ini kelas aku sekarang, kita udah beda kelas."
Dengan muka geram dan penuh tanda tanya, Cherry masuk mendekati Jin dan Silvi, lalu Cherry menarik salah satu tangan Jin, bermaksud mengajak Jin untuk ke kelas bareng. Namun Jin berhasil langsung melepaskan tangannya.
"Kamu apa-apaan sih."
"Ayook kita ke kelas bareng, ngapain kamu disini," Cherry dengan nada manja.
"Kenalin dulu dong ini Silvi siswi baru sekolah kita."
Cherry pun tersenyum kepada Silvi, namun menampakan muka curiga ke arah Jin. Lalu Cherry berbisik kepada Jin. "Jadi kamu pindah kelas cuma karena anak baru itu?" bisiknya.
"Hayoo loh pacarnya marah noh Jin," goda Silvi.
"Gak kok, dia bukan pacar aku."
"Tapi calon pacaarrrr," Cherry sambung dengan gigi rapat.
Cherry yang tidak ingin Jin menjadi milik orang lain, mulai menceritakan bagaimana awal Jin dengan nya bertemu kepada Silvi.
(~)
Cherry yang tergesa-gesa dengan sedikit berlari karena tidak ingin sampai telat dan mendapat hukuman dari seniornya, namun dari arah bersamaan ada yang juga berlari dan tidak sengaja menyenggol tubuh Cherry, alhasil Cherry pun terjatuh. Jin yang melihat kejadian itu, langsung menghampiri Cherry.
"Kamu baik-baik saja?"
"Eeh i,,, iya iya," jawab Cherry sambil menahan sakit.
"Ayok aku temenin kamu ke UKS."
"Ta ta,,pi MOS nya mau di mulai."
Jin pun tak menggubris kata terakhir Cherry, dan langsung mengangkat Cheery membawanya ke ruang UKS.
Setelah Cherry di obati dan berbaring, Jin pun duduk di sebelahnya dengan memperlihatkan wajah cemasnya. Sontak Cherry yang melihat raut wajah Jin saat itu berpikir kalau Jin mengkhawatirkan keadaannya dan Cherry pun berpikir Jin adalah sosok lelaki yang baik dan mau berkorban walau pun Jin akan mendapat masalah dengan senior setelah menemaninya di UKS.
Bagaikan serial drama-drama Korea, disaat-saat romantis pikir Cherry, namun beda hal nya dengan Jin. Jin yang tampak cemas bukan karena kondisi Cherry, tapi mengkhawatirkan dirinya pada saat bel jam kedua MOS, pasti bakalan dapet hukuman karena tidak menghadiri MOS pada jam pertama.
Mati deh gue, ngapain sih lu Jin sok menjadi pahlawan dan kenapa lu gak mikir dulu sebelum ambil keputusan, kan lu bakalan kena hukum sama senior. Cewek yang lu kenal aja lu cuekin habis-habisan, ini malah sok jadi pahlawan. Tapi cantik juga ni cewek.
Ppuuuuussshhhh,,, helaan napas Jin seakan berteriak, dan Jin pun berusaha menguatkan kakinya untuk melangkah keluar UKS, baginya saat itu pintu keluar UKS adalah pintu neraka.
"Kamu istirahat aja ya di sini, nanti siang aku balik kesini."
"Ohh iya, call me Jin," sambung Jin sebelum beranjak.
"Cher,,, Che..."
Cherry tak sempat menyebutkan namanya, karena Jin langsung berlari keluar. "Ya gak apa-apa lah, toh dia janji bakal balik lagi."
Teetttttttt Teetttttttt Teetttttttttt
"Yaaah, udah bel, kita sambung nanti ya Sil," ujar Cherry.
"Bye," Cherry pun berlari meninggalkan Jin dan Silvi.
(***)
